
Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, menerima penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026 di Jakarta pada Selasa (5/5) malam. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen dan kiprahnya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan perempuan, daerah, dan kebudayaan.
Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Pendiri dan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam acara bertema “Empowered Women, Empowering the Nation” yang diselenggarakan di Auditorium Menara Bank Mega. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turut hadir mendampingi GKR Hemas dalam momen tersebut.
GKR Hemas menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia menilai bahwa kemajuan perempuan Indonesia saat ini telah melampaui capaian domestik dan menjadi cerminan bagi dunia, terutama dalam hal akses pendidikan dan kesempatan berkarya. Ia mengutip perjuangan Ibu Kartini sebagai tonggak kemajuan tersebut.
“Dari perjuangan Ibu Kartini, kita kini lebih maju dalam pendidikan dan ruang berkarya. Perempuan Indonesia tidak hanya menjadi tolok ukur di dalam negeri, tetapi juga bagi dunia. Mereka kian tangguh dan berdaya, termasuk di pemerintahan dan legislatif,” ujar GKR Hemas.
Sebagai senator, GKR Hemas dikenal konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian nilai-nilai budaya dalam kerangka demokrasi modern. Ia juga aktif memperjuangkan kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Perempuan yang memiliki nama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini menekankan bahwa perempuan Indonesia kini berperan sebagai motor penggerak dalam isu-isu strategis, bukan sekadar simbol.
Meskipun demikian, GKR Hemas berpendapat bahwa ruang dan kesempatan bagi perempuan masih perlu terus diperluas agar lebih setara. “Perempuan Indonesia itu sebenarnya sudah terlihat berani dan tangguh. Namun, kesempatan yang diberikan masih belum sepenuhnya merata, sehingga perlu diimbangi dengan akses yang setara,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa advokasi publik harus berlandaskan pada nilai-nilai lokal dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput. GKR Hemas percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan keluhan warga secara langsung dan berjanji akan terus mendorong agar suara daerah tidak tenggelam dalam kebijakan yang sentralistis.
GKR Hemas juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan sosial. Ia meyakini bahwa keberanian seorang perempuan dalam menyuarakan kepentingan publik akan membuka jalan bagi perempuan lain untuk melakukan hal serupa. “Penghargaan ini adalah pengingat pekerjaan kita masih sangat panjang,” imbuhnya.
Sementara itu, Anita Ratnasari Tanjung menjelaskan bahwa Indonesia Leading Women Awards bertujuan mengapresiasi perempuan inspiratif dari berbagai sektor yang telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ajang ini juga menjadi ruang untuk menghormati perjalanan panjang perempuan dalam membawa perubahan.
“Melalui ajang Indonesia Leading Women Awards, kami ingin mengirimkan pesan kuat bahwa keberhasilan bangsa ini tidak lepas dari kepemimpinan para perempuan yang tangguh. Ini bukan sekadar pemberian trofi, tetapi tentang jejak yang telah ditinggalkan oleh perempuan-perempuan hebat bagi bangsa kita,” ujar Anita.
Ajang penghargaan ini diikuti oleh lebih dari 30 perempuan inspiratif dari berbagai bidang, termasuk publik, bisnis, BUMN, seni, budaya, dan sains. Diharapkan, penghargaan ini dapat mendorong lebih banyak perempuan Indonesia untuk terus berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.
Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.