Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta, 3 Mei 2026 – Acara lari Jogja 10K yang digelar di penghujung libur panjang akhir pekan berhasil menarik ribuan peserta dan memperkuat citra Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism yang inklusif. Mayoritas peserta, sekitar 80%, berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Minggu pagi (03/05), ribuan pelari memadati kawasan Jalan Malioboro sejak dini hari. Perhatian utama tertuju pada kategori Fun Run 5K yang diikuti oleh 2.500 pelari. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi melepas kategori ini pada pukul 05.45 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan didampingi oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, dan Danrem 072/Pmk, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

Sri Sultan berpesan kepada seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan, mengingat rute lari yang tidak sepenuhnya tertutup bagi kendaraan lain. Ia mengingatkan agar para pelari tetap berhati-hati di jalan dan tidak terlena demi kelancaran acara hingga garis finis.

Sementara itu, kategori utama Race 10K yang diikuti oleh 9.000 pelari, telah dilepas lebih awal pada pukul 05.15 WIB oleh Wakil Walikota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Di antara peserta kategori ini, terlihat mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, bersama istrinya, Siti Atikoh, yang turut berlari menempuh jarak 10 kilometer.

Wawan Harmawan menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan kota selama acara berlangsung. Ia berharap para pelari, khususnya atlet elit, dapat mencapai target waktu yang memuaskan.

Aspek inklusivitas menjadi sorotan utama dalam perhelatan Jogja 10K tahun ini. Pada kategori 5K yang dilepas oleh Gubernur DIY, peserta disabilitas turut berpartisipasi dan mendapatkan posisi istimewa di barisan depan.

Semangat inklusivitas juga terlihat pada kategori 3K Fun Walk yang dilepas terakhir pada pukul 07.15 WIB oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi. Kategori ini membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas pengguna kursi roda untuk merasakan suasana pusat kota. Uniknya, peserta kategori 3K ini dipimpin oleh bregada prajurit. Putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara, bersama KPH Yudanegara serta kedua putra-putrinya, juga tampak ikut serta dalam jalan santai ini.

Setiap kategori dalam Jogja 10K menawarkan pengalaman unik dengan melintasi bangunan bersejarah seperti Benteng Keraton, Museum Sonobudoyo, dan Benteng Vredeburg. Dominasi peserta dari luar Yogyakarta menunjukkan daya tarik kuat acara ini.

Untuk mendukung mobilitas peserta, pemerintah menyediakan fasilitas bus TransJogja gratis seharian penuh dengan tarif Rp1 bagi seluruh peserta. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk berkeliling Yogyakarta setelah berlari. Sinergi antara olahraga, inklusivitas, dan promosi pariwisata ini semakin mengukuhkan Yogyakarta sebagai destinasi yang ramah dan dinamis bagi para pengunjung.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.