Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Kabupaten Bantul memastikan ketersediaan hewan kurban jenis kambing dan sapi dipastikan mencukupi. Meskipun terjadi kenaikan harga, situasi ini masih dianggap wajar dan terkendali seiring dengan peningkatan permintaan menjelang hari raya.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyampaikan hal ini saat pemantauan lapangan yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Bantul pada Rabu, 6 Mei 2026. Kegiatan pemantauan yang dilaksanakan di Pak AR Farm dan Kelompok Ternak Andini Mulyo ini bertujuan untuk mengawasi kesehatan hewan kurban, fluktuasi harga, serta ketersediaan pasokan.

“Posisi kita di Kabupaten Bantul aman berkat koordinasi dengan Dinas Peternakan. Stok hewan kurban, baik domba maupun sapi, mencukupi,” ujar Aris Suharyanta usai pemantauan.

Aris mengapresiasi para peternak yang senantiasa berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat. “Ada 150 ekor yang siap disembelih untuk Iduladha ini, dan semuanya dalam kondisi sehat. Ini karena para peternak selalu berkoordinasi dengan puskesmas Kabupaten Bantul,” tambahnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hermanto, menambahkan bahwa berdasarkan perbandingan dengan Iduladha tahun sebelumnya (2025), harga hewan kurban pada 2026 memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan tersebut masih berada dalam kisaran yang relatif stabil dan terkendali.

Mengenai kedatangan hewan kurban dari luar daerah, Hermanto menyatakan bahwa hal tersebut tidak signifikan memengaruhi kenaikan harga di DIY. Ia menambahkan bahwa pengalaman Iduladha sebelumnya menunjukkan ketersediaan hewan kurban di Kota Yogyakarta tetap terpenuhi berkat pasokan dari kabupaten tetangga.

Menurut Hermanto, pemenuhan kebutuhan hewan kurban memerlukan sinergi antarwilayah, terutama mengingat keterbatasan peternak di wilayah perkotaan. “Pengalaman tahun lalu, di kota yang permintaannya tinggi namun tidak ada peternak, pasokan bisa dicukupi oleh kabupaten di sekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pemilik AR Farm, Arbangi, mematok harga hewan kurban untuk Iduladha berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp8.500.000. Ia memastikan seluruh ternaknya dalam kondisi sehat dan menyediakan layanan pengiriman. Arbangi menilai kenaikan harga menjelang Iduladha adalah hal yang wajar seiring peningkatan permintaan.

“Pasaran Iduladha memang seperti ini. Dulu mungkin Rp1.300.000, sekarang sudah Rp1.500.000 lebih, karena hewan yang disediakan harus sesuai dengan cara-cara tertentu. Saya juga menjamin domba ini sehat sampai hari pengiriman,” ungkap Arbangi.

Arbangi juga menegaskan tanggung jawabnya sebagai peternak untuk mengganti hewan yang dipesan jika mengalami sakit, mati, pincang, atau tanduk patah sebelum pengiriman. “Risiko saya tanggung. Misalnya domba yang sudah dipesan ternyata sakit, mati, pincang, atau tanduknya patah, saya ganti,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa animo masyarakat untuk membeli hewan kurban biasanya meningkat dua minggu menjelang Iduladha. Namun, hingga Rabu (06/05), peternakannya telah menerima sekitar 250 pesanan dengan stok yang tersedia saat ini mencapai 150 ekor. Untuk memenuhi pesanan tersebut, Arbangi akan bekerja sama dengan para mitranya. “Stok saya sekitar 150 ekor, tapi pesanan sudah 250. Nanti dari mitra-mitra saya sudah ada. Jadi stoknya sudah aman, cuma belum saya ambil,” tutupnya.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.