Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen menyediakan hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) untuk Iduladha 2026. Upaya ini dilakukan melalui pemeriksaan dan pemantauan langsung ke lapangan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Sleman pada Selasa, 5 Mei 2026.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memimpin langsung pemeriksaan ketersediaan ternak kurban di Kelompok Ternak Karya Tunggal di Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping, serta di UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan DP3 Kabupaten Sleman. Berdasarkan pantauan hingga awal Mei 2026, stok hewan kurban di Sleman dilaporkan masih mencukupi.

“Dari pantauan sampai hari ini, memang ketersediaan untuk hewan kurban kami masih mencukupi aman. Tetapi biasanya nanti kan peningkatan permintaan itu di dekat-dekat pelaksanaan hari kurban, tanggal 27 Mei. Jadi yang paling penting hari ini kita memantau terkait dengan kesehatan hewan yang ada di sini dan juga harganya,” ujar Danang Maharsa.

Hewan ternak kurban yang tersedia dipastikan sehat dan bebas dari penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta antraks. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan secara rutin melakukan pemantauan di kandang kelompok ternak dan pasar hewan, termasuk program vaksinasi dan pemantauan penyakit.

Danang menambahkan, ketersediaan sapi kurban secara umum aman, namun perlu terus dipantau karena adanya pasokan sapi dari luar daerah. Mengenai harga, terjadi kenaikan sekitar Rp1.000.000 hingga Rp2.000.000 per ekor untuk sapi, dan Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per ekor untuk kambing dan domba. Kenaikan ini diharapkan tidak memberatkan masyarakat.

Untuk Iduladha 2026, Sleman memiliki perkiraan kebutuhan sapi kurban sekitar 9.200 ekor dan domba sekitar 15.700 ekor. Ketersediaan saat ini adalah 3.800 ekor sapi, 4.000 ekor kambing, dan 7.800 ekor domba. Terdapat kekurangan stok untuk sapi dan domba yang diperkirakan akan dipenuhi melalui pasar tiban atau penjualan di pinggir jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Danang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan wadah ramah lingkungan seperti besek atau anyaman bambu untuk mengemas daging kurban guna mengurangi sampah plastik.

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Rofiq Andriyanto, menjelaskan bahwa vaksinasi antraks telah dilakukan pada awal hingga pertengahan April, khususnya di wilayah perbatasan dengan Gunungkidul. Kasus PMK dilaporkan menurun drastis, dengan upaya pencegahan yang dilakukan rutin setiap enam bulan sekali. Sapi di Sleman rata-rata telah divaksin PMK minimal dua kali, bahkan ada yang tiga kali.

Di Pasar Hewan Ambarketawang, dilakukan sterilisasi kendaraan pengangkut ternak melalui proses ‘dipping’ dan pemeriksaan kesehatan wajib bagi setiap hewan yang masuk. Rofiq menekankan kewaspadaan terhadap antraks karena potensi penularannya ke manusia.

Pada Selasa, 5 Mei 2026, harga sapi kurban di Pasar Hewan Ambarketawang berkisar Rp40.000 per kg, sementara kambing Rp50.000 per kg. Terjadi kenaikan jumlah ternak yang masuk ke pasar hewan sekitar 10%.

Sekretaris Kelompok Tani Karya Tunggal, Trisno Dulrahman, melaporkan bahwa kelompoknya memiliki sekitar 40 ekor sapi, di mana 18 ekor sudah terjual. Penjualan tahun ini disebut lebih laris dari tahun sebelumnya, bahkan beberapa pembeli sudah melakukan pemesanan dan pembayaran DP dua bulan sebelum Iduladha.

Harga sapi di kelompok ini bervariasi antara Rp25 juta hingga Rp28 juta per ekor, mengalami kenaikan Rp1 juta dibandingkan tahun lalu. Jenis sapi yang paling diminati adalah Peranakan Ongole (PO), Limosin, dan Metal. Pembeli mayoritas berasal dari wilayah Sleman.

Trisno memastikan seluruh ternak di kelompoknya sehat dan tidak terkontaminasi penyakit. Menjelang Iduladha, peternak memberikan perlakuan khusus berupa vitamin dan pakan berkualitas untuk sapi mereka.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.