
Media sosial kembali dihebohkan dengan praktik pedagang yang merugikan wisatawan. Sebuah unggahan di akun komunitas Merapi News viral setelah seorang netizen membagikan pengalaman buruknya menjadi korban penipuan oleh oknum pedagang walang goreng di jalur wisata Gunungkidul, Yogyakarta.
Wisatawan tersebut berniat mendukung ekonomi lokal dengan membeli oleh-oleh khas daerah. Namun, ia justru menemukan toples walang goreng yang dibelinya dimanipulasi dengan potongan kardus di bagian bawah agar terlihat penuh.
Kejadian ini bermula saat korban dalam perjalanan pulang dari liburan di kawasan pantai Gunungkidul. Ia berhenti di sebuah warung yang menjual bensin eceran dan juga kuliner ekstrem khas daerah, yaitu walang goreng.
Karena sudah lama tidak mencicipi kuliner tersebut dan ingin membantu pedagang lokal, korban membeli satu toples walang goreng seharga Rp45.000. Tertarik dengan tampilan toples yang tampak penuh, temannya pun ikut membeli satu toples lagi.
Kekecewaan mendalam baru dirasakan setibanya di tempat kos. “Temenku ngabarin kalau ternyata di dalam toples itu diganjal pakai potongan kardus, biar seolah-olah isinya penuh. Dapat info begitu, aku langsung buka dan buktiin. Ternyata bener, pedagangnya ngga jujur,” tulis korban yang identitasnya dirahasiakan.
Aksi penipuan ini memicu reaksi keras dari netizen, khususnya masyarakat Yogyakarta yang peduli terhadap pariwisata daerah. Korban menjelaskan bahwa tujuannya membagikan kisah ini bukan untuk merusak rezeki pedagang kecil, melainkan agar wisatawan lain tidak menjadi korban serupa.
Korban menambahkan, “Para oknum ini sebenarnya mematikan rezekinya sendiri. Inget, mungkin kalian merasa untung main curang seperti ini. Tapi kalian ngga sadar citra kalian dan daerah kalian sendiri yang bakal jelek.”
Kekhawatiran ini sangat beralasan, terutama mengingat saat ini sedang musim liburan dengan tingginya arus wisatawan ke Gunungkidul. Praktik penipuan oleh-oleh seperti ini, jika dibiarkan, dapat membuat wisatawan kapok untuk berbelanja kuliner lokal.
Kasus pedagang walang goreng curang ini menjadi peringatan bagi pengelola wisata, dinas pariwisata, hingga paguyuban pedagang di Yogyakarta. Mencari nafkah memang tidak mudah, namun menipu konsumen adalah tindakan yang salah dan merugikan banyak pihak.
Satu oknum yang berbuat curang dapat merusak reputasi ribuan pedagang lain di Gunungkidul yang telah berbisnis dengan jujur dan ramah.
Hingga berita ini dimuat, unggahan di Merapi News terus dibanjiri komentar dari warganet yang mengecam aksi tersebut dan meminta pihak berwenang untuk segera melakukan penertiban demi menjaga nama baik pariwisata Yogyakarta.
Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.