Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta, 1 Juni 2026 – Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 DIY yang diselenggarakan pada Senin, 1 Juni. Acara yang bertempat di Lapangan Monumen Pahlawan Pancasila, Kentungan, Sleman, ini mengusung tema ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.

Tema tersebut selaras dengan amanat yang disampaikan oleh Inspektur Upacara, Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Dalam sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, yang dibacakan oleh Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, ditegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila merupakan jawaban atas terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

“Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Pancasila adalah fondasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang kita anut adalah instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik,” ungkapnya.

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menambahkan, Indonesia tidak hanya menjadi penonton di kancah internasional. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut serta dalam pelaksanaan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Sebagai bangsa yang besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan yang nyata.

“Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera PBB, peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” paparnya.

Dalam upacara yang dikomandani oleh Mayor Inf Rajiko ini, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono juga menyampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi ‘bintang penuntun’ yang tangguh. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap kokoh sebagai contoh bagaimana keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnik dapat bersatu dalam satu ikatan kebangsaan. Pancasila menjadi ‘jangkar moral’ bangsa dalam menghadapi gejolak global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik.

“Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral bisa menyesatkan. Karena itu, saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” imbuhnya.

Upacara ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD DIY, Nuryadi; Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi; perwakilan Forkopimda DIY; para Kepala OPD Pemda DIY; serta para tamu undangan. Peserta upacara berasal dari perwakilan siswa, mahasiswa, ASN, TNI, dan Polri.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.