Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta, 3 Agustus 2026 – Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi memulai babak baru perjalanan akademis mereka di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini ditandai dengan penyerahan simbolis mahasiswa baru oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., kepada Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, pada Pembukaan Pengembangan Inisiatif dan Orientasi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Pancasila, GSP UGM, Sleman, pada Senin (3/8).

Sri Paduka menyambut para mahasiswa baru, menekankan bahwa sejak hari pertama menginjakkan kaki di Yogyakarta, mereka tidak hanya menjadi bagian dari komunitas akademik UGM, tetapi juga menjadi elemen integral dari masyarakat Yogyakarta yang kaya akan kehidupan sosial dan budaya.

“Mulai hari ini, mahasiswa-mahasiswi ini bukan hanya menjadi bagian dari Universitas Gadjah Mada, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat Yogyakarta,” ujar Sri Paduka.

Beliau mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai momentum berharga. Kesempatan ini tidak hanya untuk mengasah kapasitas akademik, tetapi juga untuk membangun karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu yang dihadapi masyarakat. PIONIR, menurutnya, menjadi gerbang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, menjalin persahabatan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap almamater.

Rasa bangga tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, keberanian untuk bertanya, kedisiplinan dalam berpikir, serta kesediaan untuk berkontribusi demi kepentingan yang lebih luas. UGM, yang didirikan atas semangat kerakyatan dan kebangsaan, membutuhkan generasi muda yang progresif, inovatif, optimistis, nasionalis, berinisiatif, dan berpikir rasional.

“Ilmu yang diperoleh hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjelma menjadi kebermanfaatan bagi masyarakat,” tegas Sri Paduka.

Selain pengembangan kemampuan akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif berbaur dengan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Interaksi dengan lingkungan sekitar, pengenalan bahasa, tradisi, kesenian, hingga tata krama, merupakan bagian dari proses pembelajaran yang akan memperkaya wawasan dan membentuk kepekaan sosial.

“Berbaurlah dengan lingkungan sekitar. Belajarlah mengenal bahasa, tradisi, kesenian, tata krama, serta kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kebudayaan mengajarkan bahwa kecerdasan perlu berjalan bersama kepekaan. Ajining diri ana ing lathi, martabat seseorang tercermin dari tutur kata, sikap, dan caranya menghormati sesama,” pesan Sri Paduka.

Sementara itu, Rektor UGM, Ova Emilia, menyampaikan bahwa keberhasilan para mahasiswa baru mencapai UGM merupakan hasil dari perjuangan panjang yang ditempuh melalui kerja keras, ketekunan, doa, dan dukungan keluarga. Hal ini menjadi penanda dimulainya tanggung jawab yang lebih besar sebagai insan akademik.

“Diterima menjadi mahasiswa UGM adalah langkah awal untuk memasuki dunia yang menempa untuk menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan daya saing di tingkat nasional maupun global, yang tidak hanya cakap dalam pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berharga pribadi yang unggul,” ujar Ova.

Dengan mengusung tema “Merajut Jati Diri Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa”, Ova menjelaskan bahwa PIONIR dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami jati diri UGM, sekaligus menumbuhkan keberanian menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan untuk menjawab tantangan pembangunan.

Menurutnya, mahasiswa baru perlu menyadari peran mereka sebagai generasi yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, proses belajar di perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemampuan adaptasi, kolaborasi, serta keberanian untuk terus berinovasi.

Ova juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai sarana pendewasaan diri. Ia berharap seluruh mahasiswa baru terus belajar, mengembangkan kompetensi, memperkuat semangat kolaborasi, serta menjaga kemampuan adaptasi dan berkreasi di tengah dinamika perubahan yang terus berlangsung.

Pada tahun akademik 2026/2027, UGM menerima total 11.099 mahasiswa baru. Rinciannya meliputi 9.164 mahasiswa program sarjana dan 1.945 mahasiswa program sarjana terapan. Para mahasiswa ini berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, ditambah dengan 54 mahasiswa asing yang mengikuti program sarjana maupun program double degree, menunjukkan komitmen UGM sebagai kampus kebangsaan yang mengedepankan keberagaman dan inklusivitas. (uk/ts/wa)

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.