
Yogyakarta, 13 Agustus 2026 – Sebanyak 38 siswa-siswi terpilih dari lima kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah memasuki Istana Kepresidenan Yogyakarta untuk menjalani gladi kader. Tahapan ini merupakan bagian dari persiapan mereka sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) DIY Tahun 2026, setelah menjalani latihan intensif sejak 1 Agustus.
Gladi kader bertujuan untuk membiasakan para calon Paskibraka dengan lingkungan Istana Kepresidenan Yogyakarta, tempat pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan HUT Ke-81 RI DIY Tahun 2026. Berbeda dengan gladi kotor yang melibatkan seluruh elemen upacara, gladi kader kali ini difokuskan pada interaksi antara calon Paskibraka dan Pasukan 45.
Dalam sesi ini, mereka diperkenalkan dengan detail lapangan upacara, termasuk ukuran tiang bendera yang berbeda dari tempat latihan, serta tata letak panggung dan lintasan yang akan dilalui. Perbedaan kondisi permukaan, baik aspal maupun rumput, di Istana Kepresidenan juga menjadi perhatian khusus agar para calon Paskibraka dapat menyesuaikan diri.
Diharapkan, gladi kader ini dapat meningkatkan kesiapan mental dan membiasakan para calon Paskibraka dengan situasi sebenarnya, sehingga mereka dapat menjalankan tugas dengan penuh percaya diri pada tahapan selanjutnya.
Setelah gladi kader, rangkaian persiapan akan dilanjutkan dengan gladi kotor pada 14 Agustus 2026, disusul gladi bersih pada 15 Agustus 2026. Pengukuhan calon Paskibraka DIY dijadwalkan pada 16 Agustus 2026, sebelum mereka melaksanakan tugas pengibaran bendera pada upacara peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di DIY.
Di sela kegiatan, dua anggota calon Paskibraka, Haifa Binti Mahir Hamdun (Haifa) dan Rafael Putra Pratama (Tama), berbagi pengalaman mereka. Keduanya menjabat sebagai ‘Bu Lurah’ dan ‘Pak Lurah’, yang bertugas mengkoordinasikan anggota, menyampaikan informasi, dan membantu pengambilan keputusan di asrama.
Haifa dari SMA Negeri 3 Yogyakarta mengaku sempat merasa kagum dan gugup saat pertama kali memasuki Istana Kepresidenan. Namun, dukungan dari pamong dan pelatih membantunya merasa lebih tenang. Ia menekankan bahwa selama karantina, para calon Paskibraka tidak hanya menerima latihan fisik dan mental, tetapi juga pembinaan sikap dan karakter untuk membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab.
Tantangan terbesar bagi Haifa adalah membangun kekompakan di antara 38 anggota dengan latar belakang yang beragam. Ia mengungkapkan, “Karena kita memiliki latar belakang yang berbeda, asal yang berbeda, sehingga sedikit ada struggle. Namun saya terus mengkonsultasikan dengan kakak-kakak pamong dan juga para pelatih. Alhamdulillah sampai sekarang kami terus ada perkembangan dan progres dalam berdinamika bersama.”
Untuk mengatasi rasa gugup, Haifa memilih berbagi cerita dengan teman-temannya dan berdoa. Mengenai posisinya dalam upacara, ia menegaskan bahwa semua posisi penting dan Paskibraka adalah satu kesatuan.
Bagi Haifa, menjadi Paskibraka adalah kesempatan untuk berkontribusi kepada negara sebagai generasi muda dan pelajar. Ia berharap Paskibraka DIY Tahun 2026 dapat menjadi teladan bagi generasi muda lainnya dalam mencintai tanah air dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Sementara itu, Tama dari SMA Negeri 5 Yogyakarta menyoroti tantangan personal dalam mengatur waktu serta bergerak cepat dan tanggap terhadap arahan. Sebagai ‘Pak Lurah’, ia belajar mengambil keputusan dengan cepat dan tepat sebagai bagian dari tanggung jawabnya.
Tama juga tidak memersoalkan posisi dalam upacara, menyatakan, “Karena semuanya mempunyai peran masing-masing. Dan semua pasukan itu juga paskibraka.” Keinginannya menjadi Paskibraka berawal dari inspirasi saat mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI di Bantul.
Untuk menjaga ketenangan, Tama mempersiapkan diri dengan menghafalkan materi, memusatkan perhatian pada tugas, serta fokus pada langkah selanjutnya tanpa memikirkan kesalahan masa lalu. Ia berharap pengalaman dan ilmu yang diperolehnya dapat dibagikan kepada orang lain.
Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.