Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta (03/08/2026) – Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, telah melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, pada Senin (03/07). Dalam pertemuan singkat tersebut, Sultan bin Mubarak menyampaikan niat Pemerintah Qatar untuk menjalin kerja sama kebudayaan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pertemuan yang berlangsung di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, dimanfaatkan Sultan bin Mubarak untuk memperkenalkan diri sebagai duta besar yang baru menjabat. Ia juga menyoroti hubungan erat yang telah terjalin antara Qatar dan DIY.

“Kedatangan saya kali ini juga karena saya merupakan duta besar yang baru untuk bertugas di Indonesia. Dan kami sebelumnya telah memiliki hubungan yang sangat erat dengan DIY. Oleh karena itulah kami berdiskusi bentuk kerja sama apa yang ingin direalisasikan antara Qatar dengan DIY, khususnya dalam bidang kebudayaan,” ujar Sultan bin Mubarak.

Ia turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh Sri Sultan dan rombongan. Pembicaraan pun berkembang, mencakup berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Qatar di masa mendatang.

“Nantinya akan ada banyak sekali program dan event kerja sama antara kedua negara ini. Untuk bentuknya akan seperti apa, biar nanti jadi kejutan saja untuk semuanya,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal penjajakan kerja sama lebih lanjut. Meskipun konsep kerja sama belum mendetail, DIY dipastikan akan turut berpartisipasi dalam peringatan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Qatar yang akan diselenggarakan pada akhir tahun 2026.

“Tadi beliau (Sultan bin Mubarak) sempat menyampaikan nanti di akhir tahun, ada delegasi berkesenian dari Qatar yang akan hadir di Jogja. Akan seperti apa nantinya dan bagaimana, kami juga belum tahu, tapi untuk waktunya diperkirakan antara tanggal 11-12 Desember 2026, untuk memperingati 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Qatar,” jelas Sri Sultan.

Sri Sultan menambahkan, pertemuan ini menjadi fondasi penting untuk membangun komunikasi lebih lanjut. Terkait rencana pengembangan museum di DIY oleh Qatar yang sempat tertunda akibat perang Gaza, Sri Sultan mengindikasikan bahwa isu ini akan kembali dibahas.

“Tadi hal ini (pengembangan museum di DIY) juga kami bicarakan. Rencananya, nanti pada acara di akhir tahun itu, juga akan hadir pimpinan museumnya. Jadi mungkin baru akan dibahas lebih lanjut,” tutup Sri Sultan.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.