Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Sebuah peristiwa tragis terjadi di kawasan wisata Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul. Seorang pria lanjut usia berinisial P (70), warga Kapanewon Jetis, dilaporkan meninggal dunia mendadak saat berada di dalam kamar hotel bersama seorang wanita pada Kamis, 29 Juli 2026.

Korban mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami kejang-kejang tiba-tiba di sebuah kamar sewaan yang tarifnya Rp30.000.

Menurut keterangan kepolisian, kejadian ini bermula ketika teman wanita korban, berinisial SI (44) asal Kapanewon Imogiri, tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan menunggu kedatangan korban di area depan hotel.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban P tiba dan langsung memesan kamar. “Selanjutnya korban dan saksi masuk ke dalam kamar dan membayar Rp30 ribu untuk sewa kamar,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Kretek, Ipda Kismanto, pada Kamis (29/7/2026).

Tak lama setelah berada di dalam kamar berdua, kondisi kesehatan P mendadak menurun drastis. Korban tiba-tiba tengkurap dan mengalami kejang-kejang.

SI yang panik segera keluar kamar untuk meminta bantuan warga sekitar berinisial ADS (26). Setelah ADS mengecek ke dalam kamar, korban sudah tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia.

Untuk memastikan, saksi lain berinisial AS (51) dipanggil untuk melakukan pengecekan kembali sebelum akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Kretek.

Menerima laporan tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Kretek, Tim INAFIS Polres Bantul, dan petugas medis dari Puskesmas Kretek segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan medis awal.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar pada tubuh korban, petugas tidak menemukan indikasi tindak pidana maupun penganiayaan. Tidak ditemukan luka atau tanda-tanda kekerasan pada fisik korban. Di saku celana kiri korban ditemukan uang tunai Rp150.000 dan di saku kanan selembar tisu kering. Pemeriksaan medis juga tidak menemukan luka lebam, hanya bekas luka jahitan lama di kaki kanan korban, sementara area vital dinyatakan bersih.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian masih diselidiki lebih lanjut,” tegas Ipda Kismanto.

Pihak keluarga korban telah mendatangi lokasi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah tak terduga. Keluarga tidak menempuh jalur hukum dan meminta jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan. Pihak kepolisian kemudian menyerahkan jenazah P kepada keluarga setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.