Ilustrasi artikel
Gambar ilustrasi. Sumber: Unsplash

Yogyakarta (09/06/2026) – Pembangunan sejatinya adalah upaya mewujudkan harapan menjadi kenyataan. Namun, kualitas pembangunan juga sangat bergantung pada kemampuan memahami realitas secara jernih, serta kesediaan untuk bekerja sama berdasarkan pemahaman tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, pada Selasa (09/06) di Hotel Harper Yogyakarta. Saat menjadi pembicara kunci dalam Talkshow dan Konsinyering Manajemen Data dan Praktik Tata Kelola Untuk Perlindungan Lahan Pertanian di Yogyakarta, Made menekankan bahwa pembangunan yang baik tidak hanya diukur dari kejelasan cita-cita yang ingin dicapai.

“Dalam rencana pembangunan terdapat berbagai cita-cita yang ingin diwujudkan. Namun, kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Berbagai persoalan muncul dengan tingkat kompleksitas yang semakin tinggi, sehingga menghambat pencapaian masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Made menjelaskan bahwa perubahan sosial, perkembangan ekonomi, tantangan lingkungan, dan dinamika tata kelola sering kali saling terkait dan tidak dapat dipahami secara terpisah. Oleh karena itu, data menjadi sangat penting sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam rencana pembangunan.

“Dengan data, kita dapat mengetahui kondisi riil secara lebih mendalam. Khususnya dalam tata kelola perlindungan lahan pertanian, kita perlu memikirkan bagaimana ke depan dapat mewujudkan tata kelola pertanian yang berkelanjutan, meskipun luas lahan pertanian di DIY terus berkurang akibat alih fungsi lahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Made memaparkan bahwa investasi merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi. Namun, mengingat keterbatasan lahan di DIY, Pemerintah Daerah DIY juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari kalangan akademisi. Melalui penelitian yang dilakukan perguruan tinggi, diharapkan dapat memberikan masukan bagi kebijakan yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

“Antara cita-cita yang ingin dicapai dan kenyataan yang dihadapi, penelitian membantu kita untuk memahaminya. Melalui penelitian, kita diajak untuk melihat persoalan secara utuh, menguji berbagai asumsi, serta memahami perubahan dengan lebih jernih. Nilai penting penelitian bukan hanya pada kemampuannya memberikan jawaban, tetapi pada kemampuannya membantu kita mengajukan pertanyaan yang tepat terhadap persoalan yang dihadapi,” jelasnya.

Menurut Made, forum diseminasi hasil penelitian dan *stakeholder convening* yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UGM memiliki makna penting. Forum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi hasil penelitian, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, pengalaman, dan pengetahuan dari para pemangku kepentingan.

“Saya berharap forum ini dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya. Lebih dari itu, saya berharap berbagai gagasan yang berkembang dalam forum ini dapat memperkaya pemahaman kita terhadap berbagai tantangan pembangunan,” imbuhnya.

Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM, Prof. Ir. Ali Awaludin, menyatakan bahwa forum diseminasi hasil penelitian ini merupakan upaya untuk menyampaikan dan mempertanggungjawabkan penelitian yang telah disusun oleh tim kolaborasi UGM dengan BRIN, KemenATR, RMIT University, dan Melbourne University, Australia. Penelitian mengenai Manajemen Data dan Praktik Tata Kelola Untuk Perlindungan Lahan Pertanian ini dilakukan mengingat terus berkurangnya lahan pertanian.

“Perubahan fungsi lahan, baik untuk kebutuhan perumahan maupun infrastruktur seperti jalan tol, memang tidak bisa dihindari. Hal ini wajar, namun dibutuhkan langkah strategis agar semua kebutuhan tetap terpenuhi, sehingga penelitian kolaborasi ini dilakukan,” tuturnya.

Ali berharap, hasil penelitian hibah Knowledge Partnership Indonesia-Australia (KONEKSI) ini dapat menjadi modal strategis yang memberikan dampak signifikan dalam pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan. “Jangan sampai hanya menjadi dokumen atau *paper* yang sekadar dibanggakan,” tegasnya. (Rt/Yd) HUMAS DIY

Disclaimer & Legal Notice

Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.