
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa perantau sejati adalah mereka yang tidak melupakan asal-usulnya. Lebih dari itu, identitas hakiki diaspora DIY adalah kemampuan untuk berkembang di perantauan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemakmuran tanah kelahiran saat kembali.
Pesan ini disampaikan Sri Sultan dalam acara Silaturahmi Gubernur DIY dengan Diaspora DIY yang berlangsung di Anjungan Daerah Istimewa Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (06/06) malam. Acara tahunan ini berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Sri Sultan memandang sejarah telah membuktikan bahwa pergerakan diaspora bukan sekadar perpindahan penduduk, melainkan kekuatan kolektif yang besar. Para perantau memiliki potensi untuk memperkenalkan budaya daerah ke kancah global, serta memberikan sumbangsih berupa gagasan, pengalaman, dan jaringan strategis.
“Diaspora sejati adalah mereka yang pergi untuk tumbuh, lalu kembali, dalam bentuk apa pun, untuk memberikan buah dari pertumbuhannya, kepada tanah yang pernah membesarkan mereka,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Untuk mewujudkan potensi tersebut, Sri Sultan berharap diaspora DIY dapat mengimplementasikan kontribusi melalui lima peran utama yang selaras dengan nilai kebudayaan lokal:
- Jembatan Gagasan: Menjadi katalisator gagasan inovatif berskala nasional untuk memperkaya dan mempercepat pembangunan DIY.
- Penggerak Ekonomi: Berinvestasi dan menyalurkan kepercayaan pada ekosistem usaha serta UMKM lokal di Yogyakarta.
- Connector (Penghubung): Membuka akses jaringan strategis di luar daerah yang belum terjangkau oleh pengambil kebijakan di Yogyakarta.
- Pengajar dan Mentor: Berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi muda. Sri Sultan menegaskan bahwa makna ‘mulih’ (pulang) juga berarti transfer pengetahuan berkelanjutan.
- Tlatah Yogyakarta yang Bergerak: Merepresentasikan dan merawat bahasa Jawa, kepekaan sosial, serta nilai luhur Mataram agar ruh keistimewaan DIY tetap hidup.
Melalui sinergi kelima peran ini, diaspora diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah sekaligus memikul misi kebudayaan untuk melestarikan nilai-nilai keistimewaan Yogyakarta.
Pertemuan silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat komunikasi antara Pemerintah Daerah DIY dan warganya di perantauan, serta melahirkan gagasan inovatif demi masa depan DIY yang inklusif, adaptif, dan lestari secara budaya.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai seluruh niat dan ikhtiar kita dalam membangun Daerah Istimewa Yogyakarta. Menuju terwujudnya ‘Jogja Istimewa’, demi sebesar-besarnya kesejahteraan dan kemuliaan rakyat,” tutup Sri Sultan.
Ketua Forum Komunikasi Diaspora DIY, Suryo Purnomo, menyampaikan komitmen para perantau untuk terus menggelar ruang kreasi guna menanamkan rasa cinta generasi muda terhadap kebudayaan Yogyakarta. Langkah ini dianggap mendesak di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang berpotensi mengikis kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Forum Komunikasi Diaspora DIY telah sukses menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti pementasan ketoprak, wayang kulit, seni sandiwara angkringan, konser campursari, kirab budaya, diskusi kebudayaan, pentas karawitan, serta pameran dan bazar UMKM.
Dedikasi diaspora DIY dalam melestarikan budaya juga membuahkan prestasi nasional, termasuk pemecahan rekor MURI untuk pagelaran campursari non-stop selama 6 hari 24 jam dan pagelaran wayang kulit selama 15 hari 15 malam di Anjungan DIY TMII.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan bisa membuat guyub baru bagi warga diaspora DIY, yang sekaligus melestarikan seni budaya Jogja sebagai kebanggaan dan identitas tanah leluhur kita,” harap Suryo Purnomo.
Seluruh informasi di situs ini dipublikasikan dengan itikad baik untuk tujuan informasi umum. Segala tindakan yang dilakukan pembaca berdasarkan informasi dari situs ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing. Artikel ini disusun dengan bantuan Artificial Intelligence (AI). Mohon gunakan informasi secara bijak dan lakukan verifikasi tambahan bila diperlukan. Jika ditemukan kesalahan informasi atau konteks, silakan hubungi via WhatsApp di nomor +62-831-9391-8288.